Sebenarnya, perjalan penyakit kanker membutuhkan waktu lama, sehingga kanker serviks dapat dicegah dengan menemukannya sedini mungkin melalui skrining kanker serviks seperti papsmear, inspeksi visual asam asetat (IVA), tes HPV DNA, HPV mRNA, bahkan kini ada metode yang cukup dilakukan dengan pemeriksaan urin. Skrining sangat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan agar potensi kanker dapat ditangani sesegera mungkin.

WHO merekomendasikan pemberian vaksinasi HPV pada perempuan sejak berusia di bawah 15 tahun. Sebab, semakin dini pemberian vaksinasi HPV dilakukan, akan semakin efektif dalam mencegah kanker serviks. Saat ini, cakupan skrining kanker serviks di Indonesia hanya sebesar 7% dari target capaian sebesar 70%. Pada perempuan yang sudah aktif secara seksual atau sekitar di atas umur 21 tahun, disarankan untuk melakukan skrining kanker serviks setiap satu tahun sekali.

Oleh karena hal tersebut, First Care ingin memberikan pendampingan kesehatan kepada para perempuan Indonesia sejak masih dalam tahap anak-anak hingga usia senja. First Care menyediakan fasilitas pencegahan dan skrining pra-kanker yang nyaman untuk kanker serviks. First Care menyediakan pelayanan yang nyaman dan homie, dengan alat-alat berteknologi canggih yang mendukung upaya preventif kanker serviks. Sehingga, setiap perempuan dapat melakukan serangkaian prosedur untuk mendeteksi lebih awal keberadaan kanker serviks dalam tubuhnya.

 

Penulis: Maritza Samira.

#BreakingBoundariesOktober

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *