1. Diet Tinggi Lemak Jenuh

Salah satu penyebab utama kolesterol jahat adalah diet tinggi lemak jenuh. Makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti daging merah berlemak, produk susu tinggi lemak, dan makanan olahan yang mengandung minyak kelapa dan kelapa sawit, dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Karena lemak jenuh memicu hati untuk menghasilkan lebih banyak kolesterol LDL.

Menurut American Heart Association (AHA), mengurangi asupan lemak jenuh dalam diet adalah langkah penting dalam mengendalikan kadar kolesterol LDL. Sebaliknya, menggantinya dengan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda dari sumber seperti alpukat, ikan berlemak, dan minyak zaitun dapat membantu menurunkan kolesterol jahat.

2. Obesitas

Obesitas adalah faktor risiko utama untuk tingginya kadar kolesterol jahat. Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas cenderung memiliki kadar kolesterol LDL yang lebih tinggi. Hal ini karena jaringan lemak dalam tubuh, terutama di area perut, memproduksi lebih banyak kolesterol LDL. Selain itu, obesitas juga dapat mengganggu metabolisme lemak dan kolesterol dalam tubuh.

Obesitas juga bisa terjadi karena kurangnya kegiatan fisik atau olahraga. Padahal olahraga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan mengurangi kadar kolesterol jahat. Lakukan olahraga setidaknya 150 menit setiap minggu untuk menjaga kesehatan jantung.

3. Merokok

Merokok adalah faktor risiko tambahan yang berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol jahat. Komponen dalam rokok merusak dinding arteri, yang dapat menyebabkan peradangan dan penumpukan plak kolesterol di arteri. Selain itu, merokok juga mengurangi kadar kolesterol baik dalam darah. Jadi, jika Anda merokok, Anda tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung melalui peradangan arteri, tetapi juga dengan meningkatkan kadar kolesterol jaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *